3 Hari di Yogyakarta (Part 1)

Hi guys, akhirnya gue berhasil nyempetin waktu untuk cerita liburan kemarin selama di Yogyakarta. Dari sekian banyak cerita liburan, mulai dari Bali sampai Semarang, cerita liburan di Yogyakarta yang punya banyak cerita karena banyak tempat-tempat bagus yang gue datangi dan juga pengalaman seru pastinya. Oke, langsung aja ya 😉

Gue dan 5 orang teman kuliah memang sudah berencana ke Yogyakarta sejak akhir tahun 2016 lalu, dan alhamdulillah gak cuma sekedar wacana. Kita berangkat malam hari dari Stasiun Pasar Senen, Kamis, 16 Februari 2017. Waktu itu kita naik Kereta Progo dengan harga tiket Rp 125.00/orang dan berangkat pukul 22.30 WIB, tiba di Yogyakarta pukul 06.55 WIB.

Hari Pertama

Sesampainya di Yogyakarta, tepatnya di Stasiun Lempuyangan, kita dijemput oleh salah satu saudara yang kebetulan tinggal di Yogyakarta dan langsung menuju daerah Gunung Kidul. Jarak dari Stasiun Lempuyangan ke Gunung Kidul lumayan memakan waktu. Butuh waktu sekiranya 2 jam untuk sampai tempat tujuan. Sebelum menuju ke sana, kita mampir dulu ke salah satu hutan pinus, namanya Hutan Pinus Pengger. Untuk bisa menikmati segar dan indahnya suasana di dalam hutan pinus ini, kamu harus membayar Rp 2.000/orang dan uang parkir (mobil) Rp 5.000. Kamu juga gak perlu takut gak ada sinyal di dalam karena hutan pinus ini menyediakan wifi. Warbiyasak!

 

Untuk dapat pemandangan yang bagus, kamu harus menaiki beberapa anak tangga karena spot foto terbaik ada di atas. Di dalam hutan pinus ini ada rumah-rumah pohon yang bisa kamu naiki dan duduki. Dan akhirnya gue punya pengalaman duduk di atas rumah pohon hohoho
Duduk di atas rumah pohon itu ternyata adem banget ya. Sambil dengerin lagu dan ngobrol bareng (pengennya sih) pacar lalu nikmatin pemandangan.

“Aku ingin menua berdua denganmu, kurasa damainya kala berdua. Menua menjadi tua ~”

Daripada nanti jadi baper, gue dan salah satu teman kembali menyusul rombongan menuju spot indah lainnya. Lokasinya gak terlalu jauh dari rumah pohon. Selain pohon pinus, di sini kamu juga bisa menikmati pemandangan alam Gunung Kidul yang luas membentang. Ditambah lagi hiasan kayu rotan yang berbentuk segitiga, cocok nih buat background profile picture kamu :p

Setelah puas foto-foto di atas, gue dan rombongan  harus segera pergi dari Hutan Pinus Pengger karena mengejar waktu untuk bermain di pantai. Di tengah perjalanan ke bawah, ada bangku kayu yang bisa kamu duduki dan tempatnya pun bagus banget untuk foto. Apalagi kalau kamu ke sini rame-rame.

Bagi yang mau main ke Hutan Pinus Pengger, hutan ini berlokasi di Terong, Dlingo, Bantul, Yogyakarta dan buka 24 jam lho. So, enjoying beautiful sunrise or sunset here it’s a good idea 😉

Setelah dari Hutan Pinus Pengger, gue dan rombongan menuju rumah salah satu saudara teman untuk beristirahat sejenak. Sesampainya di sana kita makan siang, mandi dan bersiap menuju pantai. Gunung Kidul terkenal dengan pantainya dan memang itulah tujuan kita ke sini, yaitu untuk main pasir! Perjalanan menuju pantaipun ditemani dengan pemandangan tebing tinggi di kanan dan kiri jalan. Jalanannya pun sepi. Pemandangan yang gak akan pernah bisa diliat di Jakarta.

Dari sekian banyak pilihan pantai, gue dan teman-teman memutuskan untuk main di Pantai Sepanjang dan Pantai Klakar. Lokasi keduanya gak begitu jauh satu sama lain, hanya berjarak kira-kira 500 meter.
Sama halnya sepeti pantai lain, di Pantai Sepanjang ada air dan pasir (iya lah), tapi yang membuat pantai ini special adalah saat kita ke sana, pantai ini kosong tak berpenghuni! Wah, jackpot banget. Jadi kita bisa bebas foto-foto tanpa takut banyak ‘photobomb’ 😀

Gue pribadi suka banget sama Pantai Sepanjang. Selain pantai ini masih baru dan gak terlalu banyak orang, kebersihan Pantai Sepanjang juga dijaga. Gue hampir gak ngeliat ada sampah di sepanjang pasir dan laut membentang~

 

Setelah puas foto-foto dan main air di Pantai Sepanjang, gue dan rombongan memutuskan untuk pindah lokasi, yaitu ke Pantai Klakar. Di sana ternyata juga sepi. Mungkin karena hari itu hari Jumat, bukan weekend, jadi orang-orang masih ada di kantor dan di alam lain. Yeay another heaven (less people) :p

Sedikit berbeda dengan Pantai Sepanjang, Pantai Klakar punya tebing yang gak terlalu tinggi dan batu-batu di tengah pantai. Kalau dipikir-pikir, beberapa spot di pantai ini agak sedikit mirip di Belitung :p

 

Sayang banget nih, karena waktu yang lumayan mepet untuk mengejar sunset di Bukit Bintang, akhirnya gue cuma main sebentar di Pantai Krakal. Gue dan rombongan berangkat dari Pantai Krakal sekitar jam 4 sore dan langsung menuju Bukit Bintang yang kebetulan masih satu arah ke hostel tempat kita menginap.

Menurut gue, Bukit Bintang ini agak mirip Puncak. Banyak tempat makan yang bisa kamu pilih untuk menikmati malam di sana. Kamu bisa melihat matahari terbenam dan waktu langit sudah gelap, kamu akan disuguhkan dengan gemerlap lampu kota Yogyakarta yang indah ❤

Sunset di Bukit Bintang

Pemandangan malam di Bukit Bintang

Bukit Bintang berlokasi di Gunung Kidul. Kamu bisa memilih spot terbaik untuk menikmati sunset dan juga pemandangan malam Yogyakarta di sepanjang jalan Gunung Kidul.

Setelah capek main seharian di pantai dan puas ngeliat suasana malam Yogyakarta dari puncaknya, saatnya istirahat. Hostel tempat gue menginap berlokasi di daerah Ngampilan, namanya Edu Hostel. Sebelumnya gue juga sudah pernah mereview tentang hostel ini di sini. So, begitulah cerita liburan hari pertama di Yogyakarta. Masih ada cerita jalan-jalan di Yogyakarta 2 hari selanjutnya, tapi untuk sekarang segini dulu ya ceritanya. Mohon ditunggu cerita selanjutnya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: